magic jar

December022012

Kemajuan teknologi sangat berpengaruh dalam peralatan rumah tangga.Misal dalam kegiatan rumah tangga yang sering di lakukan  sehari-hari oleh ibu-ibu yaitu memasak nasi dengan cara lama atau trandisional menggunakan kompor panci ,dengan kemajuan teknologi memasak nasi lebih mudah dengan menggunakan magic com. Dengan memanfaatkan energi listrik untuk memanaskan elemen pemanas dan thermostat untuk mengontrol suhu/panas dalam magic com.Tujuan yang hendak dicapai dalam perancangan tugas  ini adalah membuat suatu model sistem yang dapat mempermudah memasak nasi dan memanaskan  nasi dengan cara otomatis dan mudah. Karena kompleksnya permasalahan yang terdapat dalam sistem ini, maka perlu adanya batasan-batasan untuk menyederhanakan permasalahan ini, yaitu :

  1. Sistem yang dirancang menggunakan tegangan satu fasa
  2. Dalam  memasak nasi ada takaran-takaran harus dikuti agar nasi matang  sesuai yang di harapkan
  3. gunakan / operasikan penanak nasi elektrik seperlunya. Atau dengan cara mengatur waktu untuk memasak dengan waktu untuk bersantap.

Magic com/ magic jar adalah alat yang digunakan dalam rumah tangga yang proses kerjanya senantiasa memerlukan sumber listrik terstandar yaitu 220v, yang bertujuan untuk menanak nasi dan memanaskan nasi , mengukus kue, masak sayur, air, menghangat kan kembali makanan dll. Yang berfungsi untuk memindah dari posisi cooking ke warming maupun sebaliknya. Tombol saklar ditekan oleh tuas yang digerakkan otomatis oleh thermostat maupun secara manual melalui tombol panel.

Adapun proses / cara kerja magic com / magic jar

Elemen pemanas, terbuat dari besi campuran berbentuk cakram. Wadah elemen ini diletakkan pada bagian dasar dalam badan magic com. Fungsi tempat terjadinya panas

Ada  2 elemen   pemanas pada magic com :

  1. Elemen pemanas utama berfungsi untuk menanak nasi ( sering juga disebut cast heater)
  2. Elemen pemanas sisanya  untuk warmer atau penghangat nasi (sering juga disebut mica heater/termistor) dan ini juga sama dengan elemen pemanas pada magic jar.

Gambar 1.1 proses cara kerja magic com / magic jar

 

Secara umum dapat dikatakan bahwa kualitas nasi yang sedang disimpan di dalam magic com   dipengaruhi oleh faktor produk, suplai listrik, serta jenis beras. Magic com sendiri merupakan sebuah merek yang kemudian berkembang menjadi kategori produk penanak/pembuat dan penghangat makanan (terutama nasi) yang belakangan fiturnya terus bertambah seperti pembuat kue, sup, bubur, pengukus, dsb. Kategori produk penanak nasi disebut rice cooker, sedangkan penghangat makanan adalah magic jar atau rice warmer.


        Meski terdapat 3 kategori produk yang sebenarnya berbeda, keluhan kawan tadi secara umum meliputi juga produk rice cooker dan magic jar. Jadi tidak hanya magic com. Faktor desain produk jelas mempengaruhi kualitas nasi. Bagian-bagian penting dari sebuah magic com yang amat menentukan kualitas nasi adalah elemen pemanas (heater), pengendali temperatur (thermostat), inner pot atau jar, serta bagian pengeluaran uap (steam outlet). Heater dibedakan atas besar daya yang dikonsumsi. Misalnya, jika kita melihat keterangan ’daya keep warm 50 watt’ tercetak di box sebuah magic com, maka kita segera dapat mengetahui bahwa daya heater yang dipakai adalah 50 watt.

Heater hanya dapat bekerja menghasilkan panas selama ada arus listrik yang mengalirinya (kondisi ON). Semakin besar daya heater yang digunakan, semakin cepat magic com mampu memanaskan nasi di dalamnya. Namun heater ternyata tidak bekerja sendiri. Ia mutlak didampingi oleh thermostat. Thermostat bertugas untuk memutus aliran listrik ke heater (OFF) apabila temperatur nasi telah mencapai maksimum, serta mengalirkan kembali aliran listrik ke heater jika temperatur nasi turun hingga minimum (ON). Thermostat memastikan temperatur nasi tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin, persis seperti AC yang secara berkala ON-OFF untuk menjaga temperatur ruangan tepat seperti yang diinginkan.

Rentang temperatur minimum-maksimum nasi yang dijaga oleh thermostat telah ditentukan sebelumnya pada tahap desain oleh produsen magic com bersangkutan.
Umumnya rentang temperatur itu adalah 75 ~ 80 0C. Kemampuan thermostat untuk menjaga temperatur nasi selalu dalam rentang yang didesain mempengaruhi basi-tidaknya nasi. Biasanya, jika ada masalah pada respon thermostat sehingga temperatur nasi drop di bawah temperatur minimum desain, nasi cenderung berair/benyek dan lebih cepat basi. Sebaliknya bila temperatur nasi cenderung selalu lebih panas daripada temperatur desain, nasi akan mengering dan warnanya menguning. Selain karena aspek kerusakan heater atau thermostat, kinerja kedua alat ini juga dipengaruhi oleh faktor kedua : suplai listrik.

Tegangan nominal yang seharusnya ada pada stop kontak adalah 220 V. Namun pada kondisi beban puncak listrik (biasanya terjadi malam hari saat banyak peralatan elektronik dihidupkan oleh jutaan keluarga di Indonesia) atau saat memang terjadi gangguan suplai listrik, tegangan bisa turun hingga 180 V atau bahkan lebih rendah. Nah, karena heater magic com didesain untuk bekerja optimum pada 220 V, heater tak mampu menghasilkan cukup panas jika hanya diberi asupan 180 V atau kurang. Akibatnya, temperatur nasi yang sedang dihangatkan pun tidak mencapai rentang optimum 75 ~ 80 0C hingga nasi cenderung lekas benyek bahkan basi.

Sebaliknya apabila tegangan hanya berkurang sedikit dari 220 V (katakanlah 200 V), heater mampu mencapai rentang optimum 75 ~ 80 0C  tersebut, namun dalam waktu yang lebih lama karena memang panasnya kurang dari yang semestinya.

Jadi jika biasanya pada tegangan 220 V heater magic com hanya sebentar dalam posisi ON (menyala untuk memanaskan nasi dari temperatur minimum ke maksimum), pada tegangan 200 V heater harus menyala lebih lama untuk mencapai temperatur maksimum. Gara-gara menyala lebih lama, nasi – terutama di bagian pinggir yang bersentuhan langsung dengan jar – akan cenderung lebih kering dan menguning. Sayangnya, kondisi tegangan listrik di bawah 220 V ini belakangan sering terjadi. Dari pengukuran sederhana dengan AVOmeter di beberapa tempat di Jabodetabek, penulis mendapati bahwa pada sekitar pukul 8 malam, tegangan suplai pada stop kontak selalu hanya berkisar antara 190 hingga 210 V. Hal yang amat mengganggu kinerja heater dan thermostat ini sangat berdampak buruk terhadap kualitas nasi.
            Solusi terbaik saat ini adalah sebisa mungkin jangan menghangatkan nasi di waktu malam (saat beban puncak listrik). Artinya, sedapat mungkin nasi selalu hanya dimasak secukupnya pada pagi hari agar habis saat makan malam. Dengan cara ini, selain menghindari kasus penurunan kualitas nasi akibat tegangan listrik turun, kita selalu mengkonsumsi nasi yang relatif baru (kandungan gizinya masih memenuhi standar kesehatan) serta tentunya menghemat pengeluaran listrik bulanan. Bagian lain seperti jar pun sangat mempengaruhi kualitas nasi. Jar yang pernah digunakan untuk menghangatkan nasi terlalu lama hingga nasinya berbau atau bahkan basi cenderung lekas menyebabkan nasi berbau pula. Penyebabnya adalah bau basi yang masih menempel di jar tersebut, terutama jar yang memiliki lapisan anti lengket (sering disebut teflon) berpori relatif besar. Jadi, meski nasi sebenarnya tidak basi, baunya sudah seperti nasi basi akibat tercemar bau yang menempel pada jar tersebut. Sulitnya, kita sering kali tidak mewaspadai hal ini karena awalnya (saat masih dingin) jar tidak berbau basi. Namun saat sudah digunakan untuk menghangatkan nasi (jar sudah panas), bau basi itu baru muncul.

Panas memang menguapkan bau yang menempel di pori-pori lapisan anti lengket sehingga tercium. Dan ini berlaku untuk segala jenis bau. Contohnya jika kita sebelum memasak nasi menggunakan jar untuk membuat kue, nasi akan cenderung berbau kue. Bisa juga nasi akan berbau sup atau makanan lainnya yang sebelumnya disimpan di dalamnya. Namun yang paling tidak enak memang bau basi akibat jar pernah memuat nasi basi sebelumnya. Menghilangkan bau yang terlanjur menempel relatif tidak mudah. Berbagai tips pernah diajukan dan boleh saja dicoba. Misalnya mencuci jar berulang kali dengan sabun, menggunakan perasan jeruk nipis, serta merebus kopi bubuk dengan jar berbau tersebut.

Pada dasarnya tidak ada patokan pasti metode mana yang paling tepat untuk menghilangkan bau. Namun cara yang paling efektif tentu saja dengan selalu menjamin agar tidak ada bau yang menempel pada jar. Pendeknya, jangan sampai membiarkan nasi terlalu lama dihangatkan hingga basi di dalam magic com karena akan menyulitkan untuk menghilangkan bau basi yang terlanjur menempel. Jar berbahan stainless steel merupakan pilihan yang baik ditinjau dari sifat tidak menyimpan bau dan food grade (jar berteflon pun food grade selama teflonnya tidak terkelupas). Namun, nasi akan lengket ke jar stainless steel hingga relatif lebih sukar dibersihkan ketimbang jar berteflon. Karakter perambatan panas stainless steel pun berbeda dengan jar aluminium berlapisan teflon sehingga untuk beberapa kasus seperti membuat kue, jar stainless steel tidak bisa dipakai. Selain di jar, bau tak sedap juga menempel pada seal-seal karet dan tutup atas bagian dalam magic com. Menghilangkan bau tak sedap di sini pun tidak mudah. Harus dicuci berkali-kali agar hilang. Sekali lagi, satu-satunya cara untuk meniadakan kerepotan menghilangkan bau tak sedap adalah dengan cara tidak membiarkan nasi dihangatkan terlalu lama di dalam magic com sehingga tidak sampai basi dan berbau tidak enak. 24 jam adalah batas maksimum lama penghangatan nasi dengan magic com untuk menjamin nasi yang dikonsumsi selalu masih memiliki kandungan gizi yang memadai, relatif segar, tidak menyebabkan bau tak sedap, serta tentunya hemat energi listrik.

Magic com sejatinya bukanlah mesin ajaib penyimpan nasi hingga berhari-hari, namun hanya merupakan penghangat(warmer). Terakhir, bagian pengeluaran uap (steam outlet) magic com juga merupakan salah satu penentu utama kualitas nasi yang ada di dalamnya. Bagian yang biasanya memiliki lubang-lubang pengeluaran uap ini seringkali menjadi sangat lembab, atau tersumbat oleh nasi yang tanpa disadari masuk ke dalamnya. Jika menjadi sangat lembab, bakteri pembusuk dijamin bakal betah bersarang di sini karena uap air yang melewati steam outlet sebenarnya mengandung zat-zat gizi dari dalam nasi yang menguap karena panas. Uap air kaya nutrisi seperti ini amat disukai bakteri serta mikroba lain yang ada di udara.

Akibatnya, nasi cenderung lekas basi karena terkontaminasi bakteri dari bagian ini. Nasi yang tak disengaja masuk ke sini juga menjadi media berkembang biak bakteri tersebut. Sebaliknya apabila potongan nasi menyumbat lubang pengeluaran uap, sirkulasi udara dari dalam ke luar magic com akan terganggu. Ujungnya, sebagian uap air yang seharusnya keluar malah tertahan dan mengembun di bagian dalam tutup atas magic com. Titik-titik air ini kemudian menetes kembali ke nasi yang sedang dihangatkan sehingga menjadi berair dan lekas basi. Solusinya, secara berkala (minimum sebulan sekali) steam outlet harus dicuci bersih. Steam outlet yang selalu bersih tentu akan mampu berfungsi optimum serta tidak lantas menjadi tempat bersarang bakteri pembusuk yang sangat menurunkan kualitas nasi di dalam magic com.

Pada waktu menanak nasi, saklar akan terhubung dengan elmen panas utama, arus listrik langsung menuju ke elemen utama dan lampu rice cooking menyala. Ketika suhu pemanas mencapai maksimal dan nasi sudah matang, maka thermostat trip ( magnet dari otomatis ) langsung menggerakkan tuas sehingga posisi saklar jadi berubah mengalirkan listrik menuju ke elemen penghangat nasi melewati thermostat. Pada posisi penghangat ini, karena sebelum menuju ke elemen melewati thermostat, maka ketika suhu thermostat sudah maksimal, arus menuju ke elemen penghangat akan terputus otomatis. Begitu pula ketika suhu pada thermostat berkurang, maka otomatis arus menuju elemen penghangat akan terhubung kembali. Proses ini berlangsung terus menerus.

 

Memang memasak dengan Magic com atau magic jar atau Rice cooker lebih hemat, sederhana dan cepat hanya dalam waktu 30 menit beras sudah jadi nasi. Akan tetapi,  karena proses pemanasannya dengan elemen listrik pemanas dalam wadah tertutup rapat dan hanya diberi sedikit lubang uap (pemanasan secara steem), maka pemanasan dengan Magic com temperaturnya akan jauh lebih tinggi dari memasak nasi seperti biasa (ditanak dahulu baru dikukus). Apalagi bahan pelapis anti lengket berwarna abu-abu dalam pancinya apabila terkelupas dan menyatu dengan nasi, akan berbahaya juga bagi kesehatan kita. Bila anda masih ingin tetap memakainya, lapisan panci tersebut anda gosok saja dengan kertas pasir yang agak halus sehingga alumuniumnya terlihat sampai putih bersih.

Dampak menggunakan magic com / magic jar :

Dampak dari penanakan nasi dengan Magic com dalam temperatur yang tinggi adalah, zat carbohydrat dalam nasi yang dipanaskan dalam temperatur tinggi, apabila dikonsumsi akan terjadi dalam tubuh kita suatu jumlah zat gula/kadar gula yang lebih tinggi dari cara penanakan-pengukusan dengan pembuatan nasi biasa secara alat dandang.Untuk pembuatan tape (fermentasi carbohydrat) pemasakan dengan temperatur tinggi akan lebih memperkuat rasa manis tape yang kita buat dibandingkan dengan pengukusan biasa.

Dari beberapa penelitian kandungan gula dalam darah keluarga yang menggunakan Magic com, Magic jar atau Rice cooker untuk membuat nasi, zat gula/kadar gula dalam tubuh mereka lebih tinggi dibandingkan dari pada sebelum menggunakan Magic com yaitu dengan menanak-mengukus seperti biasa. Gejala anak muda dan remaja yang banyak terkena penyakit gula (Diabetes Mellitus) adalah dampak dari budaya penggunaaan Magic com/Rice Cooker selama ini dalam nasi keluarga.Umumnya saat ini pada keluarga yang berbakat terkena Diabetes Mellitus dan tahu bahayanya alat magic jar, mereka sudah kembali beralih menghadirkan nasi dengan cara menanak, mengukus seperti bisanya dulu sebelum ada Magic jar, magic com atau rice cooker.

Adapun kerugian menggunakan magic com / magic jar dari beberapa aspek :

1.      Aspek kesehatan.

         Seperti yang kita ketahui bahwa nasi yang di masak antara menggunakan magic com dengan tungku tradisional sangatlah berbeda jauh. Contoh nya dari segi kualitas nasi.

2.      Aspek ekonomi

   Dengan menggunakan alat penanak nasi yang serba mewah tentu saja berdampak pada segi ekonomi , misalnya dengan borosnya uang akibat membayar listrik lebih boros.

            Selain ada ruginya di samping itu terdapat keuntunganya diantaranya :

1.      Lebih efisien dalam memasak khususnya menanak nasi dll.

2.      Lebih memudahkan atau membantu dalam pekerjaan rumah tangga dll.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar


 
Kembali ke Atas